akal
baik dan buruk, benar dan salah …. adakah akal manusia mampu memberikan penilaian itu tanpa campur tangan keyakinan/agama ??
akal adalah sesuatu yang tidak tak berbatas. tapi dimanakah batas itu ?? mampukah akal mendefinisikan batasnya sendiri ??
[[eit ..... ada batasnya ??
jangan-jangan batas akal ada karena kita ada2-kan...
yang bilang akal manusia terbatas kan keyakinan kita, dalam hal ini agama.
brarti secara otomatis, ketika kita menempatkan akal dibawah keyakinan, itu lah saat mulai pembatasan thdp akal..
artinya, jika keyakinan bilang "gunakan akal", ya gunakan ... kalo "jangan gunakan akal, kamu percaya aja deh",.. ya kita kudu percaya..
begitu kah ????? ]]
ghaib, sesuatu yang [biasanya, ataukah pasti ? ] irrasional. keyakinan/agama apa pun pasti tidak lepas dari unsur-unsur seperti itu.
di satu sisi, manusia disuruh berpikir, dan di sisi lain manusia disuruh mempercayai hal-hal ghaib.
[mungkin,] untuk membuat premis-premis yang logis dengan tanpa melepaskan diri dari status sebagai hamba yang beriman kepada hal ghaib, seorang manusia harus terlebih dahulu mempunyai [penulis menyebutnya] predefined variable, yang menjadi basic fondation dalam berpikir sekaligus beriman..
[mungkin,] predefined variable lah yang Tuhan sebut sebagai hudan, hidayah, petunjuk …
"… fattaquuniii yaa ulil albaab …"
mbo kah …… aku lho ngawur ,….
Post a comment